Yesus Masuk Ke Yerusalem

Yesus Masuk Ke Yerusalem
Yesus Masuk Ke Yerusalem

Seluruh umat Kristiani dan Gereja Tuhan di dunia ini sedang memasuki minggu perkabungan untuk memperingati kembali peristiwa yang terjadi lebih dari dua ribu tahun yang lalu di mana Yesus yang kita percaya dan disembah sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk disalibkan, menanggung dosa umat manusia dengan tujuan mengadakan perdamaian, memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang telah rusak karena dosa dan kejahatan manusia itu sendiri dan melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus telah membuka jalan bagi setiap orang percaya untuk beroleh hidup yang kekal.

                Perjalanan Yesus memasuki Yerusalem yang diceritakan dalam Injil Markus ini, yang juga diceritakan oleh penulis Injil yang lain Matius, Lukas dan Yohanes adalah perjalanan kemuliaan di mana Yesus akan menggenapi tujuan pengutusan Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa melalui kesengsaraan, penderitaan, pengorbanan dan kerelaan Yesus melakukan kehendak Allah ketika Ia disalibkan dan mati di kayu salib. Kedatangan-Nya di Yerusalem dielu-elukan, disanjung bahkan mereka menghamparkan pakaian mereka di jalan, menyebarkan ranting-ranting hijau sebagai tanda penghormatan yang biasanya hanya ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan tinggi. Kedatangan Yesus ke Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda adalah menurut kebiasaan orang Israel merupakan kedatangan seorang raja di tengah-tengah rakyatnya untuk membawa sukacita dan kedamaian. Orang banyak yang menyambut kedatangan Yesus berseru ” Hosana”  yang artinya “selamatkanlah kami, kami mohon!” (ayat 9-10) merupakan sebuah pujian dan permohonan bahwa Allah sanggup menolong mereka dari kesesakan yang sedang dihadapi. Orang banyak  menyambut kedatangan Yesus dengan sukacita sekaligus mereka menaruh pengharapan bahwa melalui kedatangan Yesus  kehidupan mereka bisa terpulihkan.

                Namun, di sinilah letak perbedaan jalan pikiran Allah dengan manusia, rencana Allah untuk manusia yang jauh lebih baik dibanding dengan rencana manusia untuk dirinya sendiri. Orang banyak yang menyambut kedatangan Yesus, mengelu-elukannya sebagai seorang raja, percaya bahwa melalui kedatangan Yesus dengan kuasa-kuasa mujizat yang telah dilakukan-Nya mampu membebaskan mereka dari kekuasaan bangsa Romawi yang telah sekian lama memperbudak mereka. Mereka merindukan melalui kedatangan Yesus sebagai raja membawa perubahan dan perbaikan kesejahteraan kehidupan mereka baik dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Dan mereka meyakini bahwa kedatangan Yesus adalah untuk membangun kembali kejayaan kerajaan Daud yang telah lama runtuh. Mereka tidak mengerti tujuan utama kedatangan Yesus  sebagai raja di dunia ini, sehingga ketika pengharapan besar yang mereka tujukan kepada Yesus tidak terwujud banyak di antara mereka yang menolak Yesus dan bahkan ikut serta menyalibkan Yesus di bukit Golgota.

                Saudara yang terkasih, kedatangan Yesus sebagai Raja di dunia ini bukanlah semata mendirikan kerajaan-Nya dalam bentuk bangunan fisik tetapi hal yang harus direnungkan adalah bahwa kedatangan Yesus sebagai Raja telah memerdekakan kita dari perbudakan dosa dan dari cengkraman kuasa iblis. Yesus telah melakukannya melalui penderitaan dan kesengsaraan, Dia disalibkan dan mati karena dosa manusia. Namun pada hari yang ketiga Dia telah bangkit, menang mengalahkan maut dan melalui kebangkitannya kita semua telah beroleh kemenangan atas dosa. Marilah kita menyambut kedatangan raja sorgawi  dengan penuh sukacita dan ucapan syukur melalui peristiwa Jumat Agung dan Paskah yang sebentar lagi akan kira rayakan. Bukan dengan pakaian yang dihamparkan ataupun dengan ranting hijau yang disebarkan di jalan untuk dilalui Yesus tetapi dengan mempersiapkan hati yang bersih untuk siap menerima/menyambut kedatangan-Nya. Tuhan Memberkati.

Oleh: Pdt. Juniardi Ndruru, S.Th