KELUARGA

KELUARGA
KELUARGAKHOTBAH MINGGU, 18 SEPTEMBER 2011 KELUARGA ALLAH (Markus 3 : 31 - 35) Di dalam Akitab sering dikisahkan mengenai cara Allah membangun sebuah rumah keluarga yang akan mengasihi Dia, menghormati Dia dan memerintah bersamaNya selama-lamanya. Allah menginginkan suatu keluarga, karena itu Dia membuat rencana untuk menciptakan kita, membawa kita dalam keluargaNya dan berbagi dengan kita dengan segala yang Dia miliki. Dan hal ini sangat menyenangkan Allah. Keluarga yang dimaksud di sini bukan keluarga yang dibangun berdasarkan hubungan darah, marga, suku, bangsa, dst., tetapi oleh iman kepada Yesus sendiri. Bila kita menempatkan iman kita di dalam Kristus, maka Allah menjadi Bapa kita, dan kita menjadi anak-anakNya. Orang-orang percaya lainnya menjadi saudara-saudara kita dan gereja menjadi saudara rohani kita. Dalam perikop ini dijelaskan siapa yang menjadi anggota keluarga Allah. Maria, ibu Yesus dan saudara-saudaraNya meminta agar Yesus menemui mereka. Di sini tidak dijelaskan apa kepentingan mereka untuk menjumpai Yesus. Pesan bahwa ibu dan saudara-saudaranya sedang menanti di luar, disampaikan kepada Yesus. Namun Tuhan Yesus menjawab dengan pertanyaan: ”Siapa ibu dan siapa saudara-saudaraKu?” (ayat 32). Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Yesus sendiri dengan pernyataan bahwa saudara-saudaraNya adalah mereka yang melakukan kehendak Allah. Siapa saja boleh. Baik dia kaya ataupun miskin, laki-laki atau perempuan, pejabat atau rakyat biasa, dst., syaratnya adalah melakukan kehendak Allah. Pada kesempatan yang lain Tuhan Yesus juga pernah mengatakan bahwa untuk menjadi anggota keluarga Allah adalah dengan cara dilahirkan kembali (Yohanes 3 : 5), yakni kelahiran secara rohani. Karena kemurahanNya yang tidak terbatas, Ia telah memberikan kita kesempatan untuk dilahirkan kembali, sehingga sekarang kita menjadi anggota keluarga Allah (baca I Petrus 1 : 3) Sebagai anggota keluarga Allah, kita harus mengetahui kehendak Allah, kehendakNya yang sempurna sebagaimana yang dinyatakan dalam alkitab, firman Allah yang menjadi pedoman hidup. Mari mengabdikan diri kepada kehendak Allah dengan melakukan kehendakNya. Tema ini menyadarkan kita bahwa sesungguhnya sering kita tidak menjadi anggota keluarga Allah. Banyak orang percaya mengaku sebagai keluargaNya Tuhan Yesus, namun tidak melakukan kehendakNya, sehingga berkat-berkat sebagai keluarga Allah tidak menjadi miliknya. Setiap kita telah diundang Tuhan Yesus untuk menjadi anggota keluargaNya, hidup harmonis, bahagia sejak di dunia sampai kepada kekekalan. Allah menjadi Bapa kita dan kita adalah anak-anakNya. Syaratnya adalah melakukan kehendakNya, percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Tuhan Yesus Memberkati… Oleh : SNK. Saroniatman Gea