Kalahkan Kejahatan dengan Kebaikan (Roma 12 : 17 -21) Guru Jem. Soraniatman Gea

Kalahkan Kejahatan dengan Kebaikan (Roma 12 : 17 -21) Guru Jem. Soraniatman Gea
Kalahkan Kejahatan dengan Kebaikan  (Roma 12 : 17 -21) Guru Jem. Soraniatman Gea

        Dalam Roma pasal 22 ini, Rasul Paulus memberikan perintah yang bersifat ajakan/nasehat supaya setiap orang percaya harus tetap bertahan dalam iman yang benar dan supaya dapat mempraktekkan kasih itu dalam kehidupannya, Ada 2 hal yang sedang diperjuangkan oleh Paulus, yang pertama berkaitan dengan kehidupan dadalam jemaat sendiri. Jemaat diharapkan untuk dapat saling mengasihi, memberi hormat, membantu orang lain yang berkekurangan, memberi tumpangan, sehati berpikir, bertekun dalam doa dan tetap melayani Tuhan. Kedua berkaitan dengan orang-orang diluar jemaat. Jemaat diminta untuk bersabar dalam kesesakkan, minta berkat bagi orang-orang yang menganiaya, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, mengasihi seteru dengan tindakan nyata.

 

Bapak/I, kasih itu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena didalam kasih terkandung pengampunan, kasih juga tidak menuntut pembalasan, tetapi menyadari bahwa pembalasan adalah hak Allah, dan Allah sendirilah yang akan menuntut pembalasan. Allah tidak diam melihat kejahatan, namun Allah masih memberikan waktu kepada orang jahat untuk bertobat. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan bukanlah hal yang gampang, bukankah kita sering kali memdengar yang namanya manusia itu mempunyai batas kesabaran. Bahkan ada sepenggal lagu yang mengatakan : satu kali kau sakiti hati ini masihku maafkan;dua kali kau sakiti hati ini masih ku maafkan, tapi bagaimana dengan yang ketiga? Katanya jangan oh jangan. Dari penggalan lagu ini sepertinya menggambarkan bahwa sifat manusia itu tidak akan mampu untuk diperlakukan dengan jahat terus menerus.

 

Dari perikop firman Tuhan ini, kita diajak untuk membangun "benteng pertahanan kesabaran". Anak-anak Tuhan akan menganggap berbuat kejahatan adalah sebuah kesia-siaan. Berbuat jahat adalah suatu tindakan yang hanya akan mengkerdilkan diri. Dan lebih dari itu berbuat jahat berarti melapaskan hak mendapatkan pertolongan dari Tuhan. Oleh karena itu, seharusnya menjadi suatu kehormatan bagi setiap anak-anak Tuhan untuk mempunyai sifat kasih yang tidak membalas kejahatan dengan cara memberikan makan ketika kita melihat seteru kita lapar, memberikan minum ketika kita melihat seteru kita haus. Dengan demikian, kita menumpukkan bara api di kepalanya. Artinya kebaikkan bias menjadi senjata yang sangat ampuh dan handal untuk mengalahkan kejahatan. Dan yang menjadi bagian akhir dari khotbah minggu ini ialah percayalah bahwa kejahatan tidak akan pernah mampu mengalahkan kebaikkan. Kebaikkan dan kebenaran akan selamanya menjadi pemenang dalam kehidupan dunia. Kejahatan sepertinya bias menang tapi itu hanya sementara, tetapi kebenaran dan kebaikkanlah yang akan menang untuk selamanya.  Amin..........